Sering Kena Asam Lambung? Hindari Hal-hal Ini

Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) atau asam lambung adalah penyakit yang menurut sebagian orang tidak begitu berbahaya karena ketika terkena penyakit ini, perut akan terasa kembung, nyeri pada ulu hati, dan rasa terbakar di bagian dada. Kondisi ini tidak berlangsung lama karena asam lambung biasanya turun dengan sendirinya setelah tubuh diistirahatkan. Opini sebenarnya tidak benar dan tidak pula salah tapi penyakit asam lambung ini tidak boleh dibiarkan begitu saja karena bila dibiarkan, penyakit ini akan menimbulkan penyakit lain seperti asma, penyempitan saluran esophagus, luka pada dinding esophagus, kanker esophagus, perubahan sel-sel pada esophagus. Oleh karena itu, GERD jangan diabaikan. Bila Anda sering mengalami gangguan kesehatan ini, sebaiknya hindari hal-hal di bawah ini agar asam lambung tidak kambuh:

Mengkonsumsi makanan dan minuman yang tidak disarankan

Apa sajakah makanan dan minuman yang dimaksudkan? Jawabannya adalah makanan pedas, makanan berlemak, peppermint, buah dan sayuran bersifat asam, bawang putih dan bawang Bombay, cokelat, minuman beralkohol, minuman bersoda, dan makanan yang banyak mengandung gas, seperti kubis, kecambah, susu, kacang-kacangan, brokoli, dan lain sebagainya. Semua makanan dan minuman yang disebutkan di atas harus dihindari sebisa mungkin. Apabila Anda memang benar-benar ingin atau mengidam, silahkan cicipi tapi tidak boleh mengkonsumsinya dalam jumlah banyak. Jika tidak, asam lambung Anda akan kembali kambuh. Bagaimana bila kelupaan? Segera hentikan mengkonsumsi makanan atau minuman yang tidak disarankan dan segera istirahatkan perut Anda. Bila Anda sampai kekenyangan, bisa dipastikan Anda akan merasakan penyakit ini segera.

Berolahraga berat setelah makan

Berolaharaga memang bukan kegiatan negatif. Ini adalah salah satu bagian dari pola hidup sehat. Ya, dengan berolahraga, tumpukan lemak di dalam perut bisa dikikis sehingga berat tubuh bisa berkurang. Di samping itu, kegiatan ini pula dapat meningkatkan daya tahan tubuh, membuat tubuh tetap fit dan segar, dan melatih otot serta mendapatkan tubuh yang proporsional. Namun, bagi penderita asam lambung, mereka harus berhati-hati ketika melakukan olahraga. Mengapa? Mereka tidak dianjurkan untuk melakukan kegiatan ini setelah makan, apalagi jika olahraga yang dilakukan jenisnya berat, seperti angkat beban. Sadari bahwa ketika hal ini dilakukan, asam lambung akan naik dengan cepat dan perut pun akan terasa kembung dan timbul rasa nyeri di ulu hati. Bila sudah demikian, olahraga pun harus terhenti dan bila ingin meneruskan, rasanya sudah tidak enak lagi atau kehilangan mood dan semangat secara tiba-tiba.

Ingat, ini bukan berarti bahwa penderita asam lambung tidak boleh berolahraga. Mereka boleh berolahraga selama kegiatan ini dilakukan setelah 3-5 jam setelah makan. Adanya jedah waktu ini dimaksudkan agar makanan yang sudah masuk ke dalam tubuh sudah tercerna dengan maksimal dan kemungkinan asam lambung untuk naik akan sangat sedikit.

Berbaring setelah makan dan membiarkan berat badan berlebihan

Ada banyak orang yang suka berbaring setelah makan. Entah mereka melakukannya karena sudah terbiasa atau karena kelelahan dan kekenyangan. Apapun alasannya, hal ini sangat tidak disarankan karena dapat memicu asam lambung. Bila ingin berbaring setelah makan, pastikan untuk melakukannya 2 jam setelah makan. Oya, jangan menggunakan bantal yang terlalu tinggi ketika berbaring karena hal ini pun dapat memicu penyakit ini. Di samping itu, para penderita asam lambung diharapkan mampun untuk menjaga berat badannya agar terus ideal. Apabila berat badannya dibiarkan terus bertambah, kemungkinan untuk terkena asam lambung akan semakin meningkat. Hal ini dikarenakan perut yang ikut membesar akan menambah tekanan sehingga asam lambung cepat naik.

Tindakan Pencegahan & Penanganan Biang Keringat

Biang keringat merupakan bintil-bintil kemerahan pada kulit yang memicu rasa gatal, perih, sekaligus sensasi panas yang jelas menimbulkan ketidaknyamanan. Meski lebih sering dialami oleh bayi, penyakit ini juga bisa menyerang orang dewasa. Penyakit kulit yang umumnya muncul pada punggung, leher, wajah, dan dada ini dipicu lantaran kondisi lembap & cuaca panas, pakaian yang tidak menyerap keringat, bed rest terlalu lama, aktivitas fisik berlebihan, atau lainnya. Untuk mencegah atau mengobati biang keringat yang terlanjur muncul, silakan baca di sini.

Pencegahan

Biang keringat memang tidak butuh waktu lama untuk kesembuhan, tapi efek samping dari biang keringat memicu tidak nyaman. Makanya, lebih baik mencegah terlebih dahulu dengan tindakan-tindakan berikut:

  • Memakai pakaian yang menyerap keringat. Ketika membeli pakaian, alangkah baiknya tidak hanya melihat model, warna, atau motifnya tetapi juga perhitungkan bahannya. Usahakan bahan pakaian menyerap keringat dengan baik. Dengan demikian, kenyamanan ketika memakai pakaian tsb akan didapatkan sekaligus biang keringat bisa dihindari.
  • Mengeringkan keringat & mengganti baju pasca olahraga. Tentu akan banyak keringat yang keluar setelah melakukan olahraga. Untuk itu, Anda disarankan segera mengeringkan keringat sekaligus mengganti baju yang lembap akibat keringat pasca olahraga. Sebab, kondisi tubuh serta baju yang lembap semakin memperbesar terserang biang keringat.
  • Memastikan area tidur tidak lembap & panas. Selain menimbulkan ketidaknyamanan selama tidur, area tidur yang lembap & panas juga menjadi pemicu bintil merah pada kulit. Guna mencegah masalah ini, pastikan area tidur memiliki pencahayaan yang cukup serta pertukaran udara yang bagus.
  • Memperbanyak minum air putih. Keringat sering kali muncul ketika suhu tubuh meningkat. Mengingat keringat dapat menimbulkan biang keringat. Anda harus segera menetralkan suhu tubuh. Caranya adalah dengan menggunakan air putih. Minum air kelapa, konsumsi semangka, melon, & mentimun juga bisa dilakukan untuk menunjang peran air putih untuk menetralkan suhu tubuh.

Penanganan

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya kalau biang keringat menimbulkan rasa gatal yang menjengkelkan. Rasanya tak tahan jika tidak menggaruknya sampai puas. Namun, alangkah baiknya tidak menggaruk biang keringat apalagi dengan kuku yang kotor. Pasalnya dapat memicu infeksi akibat penyebaran bakteri dari kuku yang kotor tsb. Jauh lebih baik jika biang keringat segera ditangani dengan tindakan-tindakan berikut:

  • Menggunakan cara tradisional. Anda bisa mengikuti orang zaman dahulu yakni menangani penyakit dengan bahan-bahan alami. Untuk mengatasi biang keringat, Anda bisa mengoleskan minyak jarak, menaburkan gandum, menggunakan lidah buaya, atau memanfaatkan madu. Guna memperoleh hasil yang optimal, Anda harus mengaplikasikan secara rutin & disiplin.
  • Menggunakan lotion, krim, atau bedak. Jika terlalu repot menggunakan cara tradisional, segera ke apotek terdekat & tanyakan lotion, krim, atau bedak untuk meredakan gatal sekaligus mengurangi bintil-bintil merah pada kulit. Namun pastikan bahwa produk yang diberikan telah mengantongi izin dari BPOM sebagai indikator bahwa produk tsb aman digunakan. Tak lupa cek nomor registrasi di situs resmi BPOM guna memastikan keasliannya.

Biang keringat terkadang hilang dengan sendirinya, tapi apa salahnya jika mempercepat proses penyembuhan dari biang keringat dengan menggunakan tindakan-tindakan di atas. Jika memang dalam beberapa hari ke depan biang keringat semakin parah, jangan ragu periksakan diri ke dokter. Semoga informasi di atas bisa menghindarkan atau membebaskan Anda dari biang keringat yang menjengkelkan.